Mobile Version
m.jambiekspresnews.com

Raihan Suara Romi-Sarimuda Ketat
Senin, 08/04/2013 - 10:04:44 WIB | Kategori: Politik - Dibaca: 1329 kali

PALEMBANG - Siapa yang akan memimpin Kota Palembang lima tahun ke depan, 2013-2018 belum dapat dipastikan. Tiga lembaga survei yang melakukan penghitungan cepat (quick count), LSI (Lembaga Survei Indonesia), LKPI, Puskaptis menyerahkan keputusan akhir pada penghitungan manual KPU Sumsel.

            Kesimpulan tersebut, menyusul ketatnya raihan suara antara kandidat tiga pasangan calon, terutama pasangan nomor urut 2, Romi Herton-Harnojoyo dan nomor urut 3, Sarimuda-Nelly Rasdiana. Sedangkan, kandidat nomor 1, Mularis Djahri-Husni Thamrin hasil tiga lembaga survei itu, jauh tertinggal.

            Quick count LSI dengan data masuk 100 persen misalnya. Dengan metode kombinasi stratified-cluster random sampling pada 200 TPS yang tersebar secara proporsional pada setiap kecamatan dalam Kota Palembang, pasangan Romi Herton-Harnojoyo meraih 44.10 persen,  pasangan Sarimuda-Nelly Rasdiana 40.98 persen. Sedangkan, Mularis - Husni Thamrin 14,92 persen.

            Dengan margin of error sekitar 2 persen, raihan suara pasangan Romi-Harno hanya unggul 3,12 persen dibandingkan dengan pasangan Sarimuda - Nelly. Dalam artian, hasil quick count ini tidak dapat disimpulkan pasangan mana yang akan menang karena selisih suara kedua pasangan tersebut masih berada dalam dua kali margin of error (4 persen).

            "Untuk mengetahui pasangan pemenang Pemilukada Wali Kota Palembang ini harus menunggu penghitungan dari KPU. Memang, dengan selisih seperti ini, dan  pengalaman survei-survei sebelumnya, biasanya tidak akan banyak berubah. Perubahan tidak melebihi 1 persen," ungkap Hendro Prasetyo PhD, direktur riset LSI saat jumpa pers di Hotel Swarna Dwipa, kemarin. 

            Survei menunjukkan tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilukada Wali Kota Palembang sekitar 65,06 persen dari total DPT (daftar pemilih tetap) 1.133.488. "Angka partisipasi ini, sudah cukup bagus," ujarnya lagi.

            Bagaimana LKPI (Lembaga Kajian Publik Independen)? Quick count pada 200 TPS sampel menunjukkan tingkat partisipasi pemilih 66,6 persen atau 82.760 pemilih. Pasangan Sarimuda - Nelly meraih 44,86 persen. Sedangkan, Romi - Harno 42,53 persen. Kandidat nomor urut 3 itu, unggul dengan 2,33 persen.           Sedangkan, pasangan Mularis-Husni meraih 12,61 persen.

            Margin of error sekitar 2-3 persen. "Hasil ini sangat berbeda tipis. Belum bisa dikatakan final. Hasil akhir ada di KPU. Hanya, biasanya penghitungan LKPI ada di tengah-tengah," ujar Direktur Eksekutif LKPI Ariyanto.

            Sementara itu, quick count Puskaptis menunjukkan dengan 98 persen suara sampel, pasangan Sarimuda-Nelly unggul 0,17 persen dari pasangan Romi-Harno. Tepatnya, Sarimuda-Nelly meraih 44,81 persen, Romi-Harno 44,64 persen dan Mularis-Husni 10,55 persen. “Selisihnya hanya 0,17 persen atau kurang dari 1.000 mata pilih. Mengingat tingkat margin of error 1 persen, Kami belum bisa menyimpulkan pasangan mana yang unggul. Tunggu hasil penghitungan KPU,” kata Direktur Eksekutif Puskaptis, Husin Yazid.

            Sementara itu, hasil survei yang dilakukan Independent of public opinion (IPO) institute, pasangan Romi-Harno unggul tipis dari Sarimuda-Nelly. Romi-Harno memperoleh 43,65 persen, Sarimuda-Nelly, 41,41 persen dan Mularis-Husni, 14,65 persen. "Selisihnya sangat tipis. Jadi kita tidak bisa mengklaim siapa yang menang dan tetap menunggu rekapitulasi KPU," kata Direktur Eksekutif IPO Institute, A Muhaimin MSI, tadi malam.

Dikatakan, hasil survei yang dilakukan menggunakan metode stratified random sampling. Melibatkan 120 relawan dengan sampel 120 TPS. "Margin of  error-nya 1,5 persen dengan keyakinan 99 persen. Partisipasi pemilih juga rendah 60 persen."

            Menanggapi hasil quick count tersebut, Romi Herton kepada wartawan mengatakan, dia akan menunggu real count dan penghitungan manual KPU. "Dengan kemenangan hasil ini (LSI, IPO Institut), tim jangan terlalu euforia. Yang jelas, saya bersyukur kepada Allah Swt."

Menurut Romi, dirinya mengajak pasangan Mularis-Husni dan Sarimuda-Nelly untuk bergabung dalam Pemerintahan Kota Palembang. "Beliau-beliau ini kapabel dan bisa membantu pengembangan kota."

Sarimuda MT mengaku optimis menang menanggapi hasil quick count yang dilakukan oleh dua lembaga survei, LKPI dan Puskaptis yang mengunggulkannya pada posisi teratas, walau menang tipis. “Malam ini, tim kami akan melakukan penghitungan manual formulir C1 dan itu yang akan menjadi acuan sebenarnya. Kami minta masyarakat tenang dan menunggu hasil,” tukas Sarimuda-Nelly yang hadir saat quick count LKPI.             

Ketua KPU Kota Palembang, H Eftiyani SH minta agar masyarakat tenang  dan tidak berpatokan terhadap hasil penghitungan cepat yang dilakukan lembaga survei. "Penghitungan suara yang sah adalah yang dilakukan KPU Palembang dan sekarang surat suara sedang disisir dari TPS ke PPS dengan penjagaan ketat pihak keamanan," kata Eftiyani, tadi malam.

Menurut dia, proses rekapitulasi suara baru akan dilakukan di tingkat PPS mulai hari ini, (8/4), PPK 10 April dan rekapitulasi di KPU Kota Palembang 12 April. Sedangkan penetapan pasangan calon tanggal 14 April nanti. "Kami berharap masyarakat tenang dan mengikuti serta mengawal kami selaku penyelenggara pada rekapitulasi di PPS, PPK dan KPU," ujarnya.

Eftiyani menambahkan, kekhawatiran akan perbedaan hasil quick count antara lembaga survei terjadi karena berbeda sumber data yang mereka gunakan. Metodelogi yang dipakai juga berbeda dan perbedaan itu bukan berarti salah karena sesungguhnya tidak bisa menggambarkan kenyataan yang terjadi di lapangan. "Survei menjadi bagian demokrasi kita tapi tidak bisa menjadi patokan," tegas Eftiyani.

            Masih menurut Eftiyani, KPU sangat mengharapkan pasangan calon dan pendukungnya menghormati pilihan masyarakat, terlepas siapa pun yang menang. "Proses kampanye sudah berakhir dan ajakan calon serta tim sukses agar masyarakat mendatangi TPS sudah dilaksanakan. Kini giliran masyarakat mengharapkan tim sukses dan pasangan calon menghormati pilihan masyarakat."

            Eftiyani mengakui, sempat terjadi ketidaksinkronan antara surat suara di TPS. Namun, itu tak menghalangi warga menyalurkan surat suara. "Kekurangan surat suara terjadi di 25 TPS dengan kekurangan mencapai 2 ribu surat suara. Kami gunakan sisa surat suara yang disegel dan diketahui Panwaslu."

            Eftiyani membantah, angka partisipasi yang dirilis lembaga survei tidak mencapai 80 persen akibat kurang sosialisasi KPU. "Nanti akan kita tahu kebenaran partisipasi masyarakat setelah rekapitulasi KPU. Nah, mengenai keamanan kita serahkan sepenuhnya kepada pihak keamanan dan kita akan bekerja sesuai aturan agar bisa kondusif," paparnya.

            Terpisah, Ketua Panwaslu Palembang, Amrullah SSTP Msi menyikapi perkembangan pemilukada Palembang pascapenghitungan di TPS, secara umum berjalan lancar dan kondusif. "Jajaran Panwaslu, Panwascam, PPL dan tenaga relawan akan terus mengawasi rekapitulasi pemungutan suara di PPS, PPK sampai KPU," ucapnya.

            Menyikapi adanya lembaga survei yang mengadakan hitung cepat, lanjutnya, Panwaslu tidak mempermasalahkan. Tapi adanya publikasi hasil yang berbeda, masyarakat diminta untuk tidak mengungkapkan ueforia dahulu. "Kami meminta pasangan calon, tim sukses dan masyarakat untuk menahan diri dan bersabar menunggu hasil resmi yang dikeluarkan oleh penyelenggara pemilu," katanya lagi. 

            Panwaslu mengajak dan mengimbau semua tim kampanye pasangan calon untuk secara bersama mengikuti, mengawasi dan menjaga serta memastikan semua tahapan proses penghitungan dan rekapitulasi sampai selesai. "Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, beri kami kesempatan (Panwaslu dan KPU) bekerja dan menunggu hasil yang sebenarnya," pungkasnya.

(mik/nur/cj4/ce2)







BERITA TERKAIT :



0 Komentar :






  Terkini  
  Terpopuler  
  Komentar  




INDEKS BERITA

/ /