Mobile Version
m.jambiekspresnews.com

Tiga Daerah Rawan Kebakaran
Selasa, 02/04/2013 - 10:44:06 WIB | Kategori: Tanjab Barat - Dibaca: 1034 kali

KEBAKARAN: Tiga wilayah yang menjadi daerah rawan kebakaran. Foto saat petugas Damkar memadamkan kobaran api di Tungkal.

KUALATUNGKAL - Kepala Pelaksana Badang Penanggulangan, Bencana dan Kebakaran (BPBK) Tanjab Barat, Saefudin SH, mengatakan ada tiga daerah yang merupakan rawan terjadi kebakaran, yakni Dalam Kota Kuala Tungkal, Teluk Nilau, dan Kuala Betara. ‘’Hal ini dikarenakan padatnya pemukiman serta banyaknya bangunan yang terbuat masih dari kayu,’’ katanya.

Dikatakannya, Kantor BPBK hanya ada di Kuala Tungkal, dan satu pos di Teluk Nilau. Untuk di daerah Ulu, seperti Kecamatan Tungkal Ulu, Merlung. Yang lain belum ada pos. ‘’Di daerah Ulu, peristiwa kebakaran jarang terjadi, karena pemukiman yang masih belum terlalu padat,’’ katanya. 

Diakuinya, untuk jarak lokasi kebakaran dengan kantor pemadam atau pos, sesuai dengan ketentuan adalah 7 Km. Namun, karena keterbatasan armada dan personel, pihaknya mengandalkan pihak perusahaan jika terjadi kebakaran di daerah yang jauh dari kantor BPBK atau dari pos pemadam kebakaran. " Hambatan kita seperti pemahaman masyarakat yang seharusnya memberikan ruang untuk akses petugas untuk menuju lokasi. Mungkin karena ingin menolong korban kebakaran atau cuma ingin melihat, jadi sering terhambat petugas di lapangan. Dan, lokasi yang tidak bisa dimasuki mobil pemadam, sudah diupayakan membuat tiga Hydran di daerah-daerah yang sulit dijangkau, yang setiap hari di cek agar selalu berfungsi," terangnya.

Kedepan, pihaknya berencana akan membangun pos di Kuala Betara. Agar, jika terjadi kebakaran, dapat ditanggulangi dengan segera. Saoalnya, ‘’Lokasi Kuala Betara terlalu jauh, jika dijangkau dari kantor BPBK di Tungkal, jika terjadi kebakaran. Dari empat unit mobil pemadam, tahun ini Pemkab akan menganggarkan satu unit mobil Damkar untuk mencukupi kekurangan yang ada,’’ tandasnya. (is/imm/jenn)

 

ntren B� pb���P-� an akhir-akhir ini baru diketahui masjid berdiri dengan kubah yang berlambang wayang. (adi)

 

tat .� lm���P-� ang tertinggal. Tagihan menjadi mahal karena untuk membayar tagihan yang tersisa tersebut,” jelasnya.(bjg)

 

 

 

 

ragment� /P-� �� yang di� raP-� ��

 

“Saya rasa kalau masalah asset tidaklah, saya yakin itu bisa diatasi. Apalagi kita ini adalah satu kesatuan keluarga,” tuturnya lagi.

Sementara itu ketua DPRD Bungo, Mahilli saat dikonfirmasi terkait hal tersebut menanggapinya dengan datar. Dirinya mengatakan akan melihat dan mengikuti proses selanjutnya saja.

“Kalau respon komisi II sudah dari dulu. Saya sudah beberapa kali berkomunikasi lewat telefon, tapi nggak ada juga realisasinya,” ungkap Mahilli lewat pesan singkat BBM.

Lanjutnya, selama ini memang banyak kekurangan bahan dan persyaratan yang dimita oleh pusat kepada Pemda Bungo yang belum terpenuhi, termasuk diantaranya soal asset.

“Kita masih banyak kekurangan bahan-bahan. Termasuk juga asset. Kita juga dengan komisi I Bungo dan tim pemekaran sudah beberapa kali ketemu (mendapatkan) jawaban sama seperti ini,” papar ketua DPRD Bungo ini lagi.

Melihat realita itu, Mahilli mengaku tidak mau berharap banyak, demikian juga diharapkannya kepada masyarakat banyak. Karena sebutnya, masih butuh waktu yang cukup lama baru itu bisa terealisasi.

“Untuk 3-5 tahun kedepan ini jangan berharap banyak dulu. Jadi kita lihat aja, ikuti aja seperti ari mengalir,” pungkasnya.

Sementara itu, bupati Bungo, H. Sudirman Zaini tidak mau berkomentar lebih jauh terkait rencana pemekaran kabupaten Bungo itu. “Saya belum dapat laporan, karena yang pergi ke pusat gubernur langsung,” tukasnya.

Dia hanya mengatakan bahwa, dokumen rencana pemekaran itu langsung diserahkan oleh gubernur Jambi H. Hasan Basri Agus (HBA) kepada Kemendagri dan DPR RI.

(fth)







BERITA TERKAIT :



0 Komentar :






  Terkini  
  Terpopuler  
  Komentar  




INDEKS BERITA

/ /