Mobile Version
m.jambiekspresnews.com

Ratusan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen
Jumat, 31/08/2012 - 16:17:58 WIB | Kategori: Batanghari - Dibaca: 815 kali

MUARABULIAN - Sekitar ratusan hektare sawah di Desa Terusan Kecamatan Muara Tembesi, yang di tanam beberapa pekan silam terancam gagal panen. Hal ini dikarenakan kekeringan akibat kemarau yang berkepanjagan sejak beberapa bulan terakhir. Bahkan, kekeringan lahan  sawah ini berdampak kepada para petani padi yang ada di wilayah Kecamatan setempat.Kepala Desa Pasar Terusan, Atiq mengatakan, saat ini sawah di desa itu mulai mengalami kekeringan. Namun, kekeringan itu belum membuat padi yang ditanam warga menjadi punah. Namun sebagian padi ada yang sudah layu, tapi padi itu belum sampai mati, sedangkan sisa air sawah yang tersedia hanya tinggal sedikit. Apabila kemarau berlanjut sebulan lagi, maka petani di Desa Pasar Terusan akan mengalami kerugian yang cukup besar.

 “Kalau sampai sebulan lagi tidak ada hujan maka padi yang ditanam bulan lalu akan mati. Mungkin hanya sedikit yang akan bisa terselamatkan dengan cara dipompa,” sebutnya.

Para petani yang telah menanami padi sudah mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menanami sawah seluas 800 hektare yang ada di desa tersebut. Masyarakat sangat antusias untuk bersawah, dan apabila sawah yang sudah ditanami sampai gagal, dikhawatirkan banyak petani yang nantinya menjadi malas bersawah untuk berikutnya.Ditambahkannya, tingginya animo masyarakat untuk bersawah dikarenakan adanya budaya malu bagi warga disana bila tidak menanam padi. Warga setempat merasa malu bila harus membeli beras. Mayoritas warga Desa Pasar Terusan menghasilkan beras sendiri, yang didapat dari hasil panennya setiap tahun.

“Kalau warga kami untuk mengarap sawah animonya cukup tinggi, makanya di desa kami tidak ada warga yang membeli beras mereka mengkonsumsi beras sendiri,” katanya.

Diakuninya pada dasrnya perhatian pemerintah terhadap para petani cukup tinggi, hal tersebut bisa dilihat bantuan yang diberikan dari pemerintah daerah berupa bibit padi. Selain itu, ada juga bantuan berupa pompa air, hanya saja jumlah pompa air tersebut belum cukup untuk mengairi semua sawah dan bila kemarau panjang, hanya yang berada dekat sungai yang bisa tertolong. Dan saat ini, petani hanya bisa berharap cuaca segera berubah dengan hujan segera turun sehingga padai yang selama ini kekeringan bisa kembali basah.

(kar)







BERITA TERKAIT :



0 Komentar :






  Terkini  
  Terpopuler  
  Komentar  




INDEKS BERITA

/ /