Mobile Version
m.jambiekspresnews.com

AspalJalan Asal Jadi
Selasa, 23/10/2012 - 10:26:14 WIB | Kategori: Sungaipenuh - Dibaca: 761 kali

SUNGAIPENUH-Aksi curang yang dilakukan oleh sejumlah kontraktor di Kota Sungaipenuh kembali terjadi. Kali ini giliran proyek pengaspalan jalan Desa Baru Debai–Desa Debai, dan jalan Desa Kumun, Kecamatan Kumun Debai.

Temuan harian ini dilapangan, proyek hotmix jalan ini, yang dikerjakan oleh PT. UHA asal Sumatera Barat, dilakukan dimalam hari, mirisnya lagi, pengamparan aspal dilakukan saat hujan deras tengah mengguyur Kota Sungaipenuh.

Ini tentu akan berakibat pada kualitas jalan yang tidak bagus, karena tidak lengket dan keras, serta suhu aspal tidak sesuai standar. Selain itu, hasil pengaspalan juga bergelombang.

Salah satu pekerja, ditemui harian ini pada dilokasi, enggan berkomentar banyak. Dia mengaku harus menyelesaikan pekerjaannya, karena adanya perintah dari pihak perusahan.

“Kita kan kerja, kapan disuruh kerja, iya kita kerjakan,” ujarnya.

Sementara itu, pihak perusahaan, hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi oleh harian ini.

Sementara pihak Dinas PU Kota Sungaipenuh seperti sengaja membiarkan kontraktor-kontraktor nakal ini terus melakukan pekerjaan tanpa ada tindakan tegas, padahal telah tertangkap basah oleh pengawas.

Pengawas Dinas PU Kota Sungaipenuh, Yuyun, dikonfirmasi oleh harian ini mengaku, penghamparan aspal yang dilakukan pada Jum’at (19/10) tersebut, bukan bagian dari pengerjaan proyek, namun sisa aspal di Desa Debai, yang dibeli oleh warga untuk dihamparkan di halaman rumah.

Sementara Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kota Sungaipenuh, Khalik Munawar dikonfirmasi mengatakan, akan memberi peringatan terhadap para kontraktor nakal tersebur, dan akan meminta kontraktor mengulangi pengerjaan, jika terbukti curang.

Dikatakannya, salah satu sanksi yaitu proyek tidak akan dibayar sesuai dengan ketentuan perjanjian kontrak. “Ya, nanti kita minta mengulangi jalan itu diaspal. Jika tidak diaspal, maka tidak dibayar,” jelasnya.

(hdi)







BERITA TERKAIT :



0 Komentar :






  Terkini  
  Terpopuler  
  Komentar  




INDEKS BERITA

/ /