Mobile Version
m.jambiekspresnews.com

Plat Luar Kena Pungutan
Selasa, 23/10/2012 - 10:16:15 WIB | Kategori: Kota Jambi - Dibaca: 921 kali

RAZIA: Dinas instansi terkait, kemarin, menggelar razia kendaraan roda empat dan roda dua di beberapa titik di Kota Jambi. (ISITIMEWA FOR JAMBIEKSPRES)

Razia Kendaraan, umlah Pungutan Bervariasi

JAMBI-Dispenda Provinsi Jambi dan Samsat Kota Jambi , memungut sejumlah uang saat melakukan razia  roda empat yang masih menggunakan plat luar.

Pungutan yang diambil jumlahnya bervariasai, mulai dari Rp 50 ribu, Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu.  Hanya saja, saat dikonfirmasi ke Kepala UPTD Samsat Kota Jambi, Muslim Rizal, dana itu bukan merupakan pungutan melainkan sumbangan suka rela pengendara yang menggunakan plat luar kepada pemerintah.

“Itu bukan denda,” tegasnya, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, di lokasi razia Telanipura, (22/10) kemarin.

            Sumbangan itu, menurut dia, akan bermanfaat untuk pembangunan jalan. “Kita akan lihat, jalan kita saat ini sudah hampir bagus. Itu bersumber dari pajak,” tandasnya.

Sumbangan partisipasi itu bervariasai. “Keihlasan saja. Namanya, sukarela,” ujarnya. Saat ini, menurut dia, kendaraan probadi yang ada di Provinsi Jambi per 31 Agustus, lebih dari 50 persen mati pajak. “Kita bayangkan lebih dari 50 persen, sementara, masyrakat menginginkan jalan bagus. Tapi, mereka tidak bayar pajak,” akunya.

            Dia mengharapakan, masyarakat Jambi harus membayar pajak kendaraan. Baik itu kendaraan roda dua, roda empat maupun roda enam. Sumbangan itu, ditegaskannya kembali, hanya untuk membantu Pemerintah Provinsi Jambi. Karena, kendaraan plat luar itu beroperasi di Jambi. Sehingga, mereka harus ada partisipasinya.

            “Itu aja kok. Sumbangan itu bukan pungutan,” pungkasnya.

Pengamat ekonomi Jambi,  Pantun Bukit,  dimitai komentarnta, kemarin,  justru mempertanyakan apa dasarnya pungutan sukarela yang dilakukan oleh instasni tersebut.

“Saya belum ada baca Perdanya,” tegasnya.

Kalau memang dibolehkan, Pantun meminta agar dijelaskan secara rinci kemana uang pungutan tersebut

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Jambi, Kompol Pria Budi mengatakan, saat ini memang masih banyak kendaraan yang mati pajak, bahkan juga ada yang mati plat.

            “Memang, tadi kita lakukan razia secara serentak. Diantaranya, Ditlantas, Samsat, Jasaraharja dan Dispenda,” katanya.

            Untuk Lantas Polresta Jambi, razia dilakukan di daerah Kota Baru. “Kita hanya menilang pelanggaran-pelanggaran, kalau masalah pajak dan plat mati, langsung sama Dispenda dan Samsat,” tandasnya.

Menurutnya, di lapangan, banyak alasan yang diakui oleh pengendara. Seperti, tidak memiliki SIM, surat tinggal dan beberapa alasan yang lain. “30 pelanggaran yang kita temukan,” katanya.

Sementara itu, ratusan kendaraan dinas di Provinsi Jambi nunggak pajak. Hal tersebut diakui Kepala UPTD Samsat Kota Jambi, Muslim Rizal. Dari 460 kendaraan dinas roda empat yang tercatat, 208  belum membayar pajak. Untuk kendaraan roda dua, hinga 31 Agustus ini, setidaknya 362 kendaraan dinas roda dua yang belum bayar pajak.

            “Kalau roda dua untuk dinas, yang hidup hanya 25 persen. Untuk roda empat 50 persen,” tandasnya. Meskipun kendaraan dinas, dia mengharapakan agar instasni terkait atau yang menggunakan harus membayar pajak tersebut.

            “Kendaraan dinas itukan harus menjadi contoh bagi masyrakat,” ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Jambi Pantun Bukit menilai, aparatur pemerintah harus menjadi contoh yang baik kepada masyrakat. “Saat ini, Birokrasi sudah mencederai rasa keadilan. Mereka menjadi contoh yang tidak baik bagi masyrakat,” tandasnya.

            Menurutnya, masalah tersebut adalah bentuk pembinaan birokrasi yang gagal dan telah melanggar hukum. “Untuk diketahui, pemerintah sangat tergantung dari pajak kendaraan, sementara pemerintah sendiri yang menunggak, walupun dilakukan oknum,” pungkasnya.

Dengan kejadian itu, Pantun meminta agar Gubernur harus memberikan teguran yang keras kapada dinas-dinas. Karena, mereka sudah diberikan fasilitas.

“Ini adalah salah satu pembinaan yang buruk,” tandasnya.

(fth)







BERITA TERKAIT :



0 Komentar :






  Terkini  
  Terpopuler  
  Komentar  




INDEKS BERITA

/ /