Mobile Version
m.jambiekspresnews.com

Solidatritas untuk Dokter Ayu
Selasa, 19/11/2013 - 11:15:40 WIB | Kategori: Kota Jambi - Dibaca: 675 kali

AKSI DAMAI: Para dokter melakukan aksi solidaritas untuk dr Ayu, salah seorang dokter di Manado yang ditahan dengan tuduhan malpraktek.(M KHAIDIR/JE)

Dokter Jambi Demo di RSUD RM

JAMBI- Ratusan dokter, kemarin,  melakukan aksi solidaritas  untuk dr Ayu di Manado yang ditahan karena dugaan malpraktek saat menolong persalinan seorang ibu. Para dokter ini berkumpul di halaman RSUD Raden Mattaher.

Satu persatu dokter melakukan orasi menentang terjadinya kriminalisasi. Aksi damai itu dilangsungkan mulai sekitar pukul 08.45 WIB, selama sekitar satu jam. Mereka berkumpul di halaman RSUD Raden Mattaher, dengan membawa kertas bertuliskan penolakan terhadap kriminalisasi dokter.

Aksi solidaritas ini sempat dikeluhkan, pasalnya para dokter ini meninggalkan tugas mereka memberikan pelayanan kesehatan kepada para pasien. 

Humas RSUD Raden Mattaher, Sholahudin dihubungi wartawan mengakui, akibat aksi itu membuat pelayanan kepada pasien terhenti sementara. Namun menurutnya, setelah aksi solidaritas selesai, para dokter ini kembali bertugas. "Memang ada keluhan, tapi itu hanya sementara dan setelah itu mereka kembali bertugas," katanya.  

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Andi Pada mengatakan, tidak mempermasalahkan aksi yang dilakukan oleh para dokter. Selama tidak disertai dengan aksi pemogokan kerja. "Saya pikir kita berharap tidak ada mogok kerja kalau untuk penyampaian aspirasi silahkan saja tetapi kita berharap tidak mengganggu pelayanan," katanya.

Pada aksi kemarin, para dokter mengaku cemas bertugas mereka untuk melakukan pelayanan dengan adanya kasus kriminalisasi ini. Ketua IDI Kota Jambi, dr Maulana dalam kesempatan itu mengatakan, aksi damai ini sebagai solidaritas dan  kekompakan para dokter.

Pada aksi ini bertujuan memberi pengertian kepada masyarakat dokter sudah berusaha semaksimal mungkin kesembuhan milik allah, "Dokter agar tenang, jangan ada kriminalisasi. Dokter ditangkap kalau ini dibiarkan dokter di Indonesia bisa di dalam kecemasan dalam bekerja,” katanya.

“Banyak dokter menghindar, mundur saat menghadapi kegawatdaruratan," sambungnya.

Ditegaskannya, dokter dan pasien hanya kerjasama untuk menyembuhkan pasien sesuai prosedur. Senada, dr Indra juga mengatakan hal serupa. "Dokter itu perantara, hidup mati punya Allah, mudah-mudahan mulai hari ini terbangun kepercayaan antara masyarakat dan dokter," ujarnya.

Sementara dr Fadlan, dokter lainnya berharap dengan kejadian ini para dokter bisa mawas diri bekerja profesional sesuai dengan standar. Aksi kemarin ditutup dengan doa bersama memberikan dukungan bagi rekan sejawat sesama dokter yang tersangkut kasus pidana di Manado.

(wsn)







BERITA TERKAIT :



0 Komentar :






  Terkini  
  Terpopuler  
  Komentar  




INDEKS BERITA

/ /